Sunday, January 25, 2015

Jalan-Jalan Ke Universal Studio Hollywood-Theme Park (Part I)

This post, is in Indonesian only (at least for now).

Kali ini saya mau mengajak para pembaca, terutama para pembaca di Indonesia untuk menikmati jalan-jalan virtual ke Universal Studio Hollywood (USH) California. Untuk yang sudah pernah ke USH mudah-mudahan bisa menjadi memory yang indah, buat yang belum pernah mudah-mudahan suatu saat nanti kalian bisa berkunjung kesini (jangan lupa kontak saya ya kalau mau main ke LA).

--------

Universal Studio Hollywood (USH) adalah studio film dan theme park yang terletak di San Fernando Valley, salah satu distrik kota di Los Angeles, California. USH adalah salah satu studio film yang paling tua dan yang paling terkenal yang saat ini masih digunakan sebagai studio film. USH awalnya diciptakan untuk mempromosikan tour Studio Universal. USH adalah studio tour pertama yang didirikan oleh Universal company. Universtal Studio memiliki beberapa cabang di dunia, seperti di Jepang dan Singapura. Di Amerika Serikat, Universal Studio memiliki lokasi di Hollywood, California dan Orlando Florida. Kabarnya, Universal Studio juga akan membuka cabang di Korea Selata, Cina, Dubai, dan Rusia.

Karena jarak USH sangat dekat dari rumah saya, hanya 25 menit menyetir dari rumah, maka saya sering mengunjungi USH dibanding Disneyland yang berjarak lebih jauh. Tidak hanya itu, tiket ke USH juga relatif lebih murah dibanding Disneyland. Sebelum saya ke USH, saya lebih senang membeli tiket online, karena dengan begitu saya tidak perlu antri membeli tiket di tiket booth. Harga tiketpun bervariasi, dari yang termurah sampai yang termahal.



Universal Studio Theme Park

Harga tiket di USH dimulai dari $92 per orang. Ini adalah tiket yang saya beli untuk tahun ini. Dengan membayar $92/orang saya dapat mengujungi USH di selama satu tahun (bolak balik) tanpa harus membayar lagi. Cuma sayangnya untuk waktu-waktu tertentu (misalnya beberapa hari di musim panas) saya tidak dapat mengunjungi USH atau yang di sebut black date. Bagi saya tidak masalah, karena dalam satu tahun saya bisa mengunjungi USH berkali-kali.  Kalau mau melihat harga tiket, silakan klik di sini. Untuk para turis, saya sarankan untuk beli tiket front of the line pass, memang lebih mahal tapi enak, ngga perlu antri.

Untuk para turis, di sekitar Universal Studio tersedia beberapa hotel yang dapat dikunjungi dan para turis dapat berjalan kaki dari hotel ke USH atau menumpang shuttle bus yang disediakan USH. Sheraton Hotel dan Hilton Hotel adalah dua hotel yang berlokasi di area USH. Namun, banyak hotel hotel lain yang berjarak cukup dekat dari USH dan mungkin juga lebih murah.

Tanpa menunda, mari kita lihat ada apa saja sih didalam USH, tepatnya di Theme Park

USH dibangun diatas lahan berbukit, jadi USH terdiri dari tiga level; level bawah, level tengah, dan level atas. Pintu masuk ke USH ada di level atas. Setiap kali saya berkunjung saya selalu mengunjungi level paling bawah dulu, kemudian beranjak ke level tengah dan level atas terus kembali ke pintu exit. Efisien kan?.

Peta Lokasi USH Theme Park



Ada apa saja sih di level bawah?

1. Jurrasic Park Ride
Jurrasic Park Ride adalah atraksi tentang Jurasic Park adventure. Inspirasinya diambil dari film Jurrasic Park. Di atraksi ini para pengunjung menaiki perahu kecil. Satu perahu dapat menanmpung maksimal 25 orang. Pengunjung harus memiliki tinggi badan setidaknya 107 cm. Anak anak harus ditemani orang dewasa. Perahu berlaju ke area Jurrasic Park dimana kita dapat melihat dinosaurus, tyrex, dan brontosaurus dalam ukuran yang sebenarnya. Saat melintasi area di taman ini, kita seolah olah dibawa ke zaman ratusan juta tahun yang lalu, dimana dinosaurus masih hidup. Namanya juga water ride, maka tidak mungkin kita tidak basah. Saat melintasi beberapa dinosaurus, binatang-binatang purba tersebut menyemprotkan air kearah penumpang di perahu. Menyenangkan dan juga membuat kita tertawa. Tapi kesenangan ini tidak berlangsung lama, menjelang menit kelima, perahu pun mulai menanjak tajam, kemudian seolah-olah kita akan turun dalam ketinggian yang tajam. Tapi ini cuma tipuan karena setelah perahu menanjak, kitapun hanya jatuh di ketinggian yang sebenarnya dangkal. Tapi ketengangan tidak berhenti disini, di menit terakhir perahu pun terjatuh secara kencang dari ketinggian sekitar 26 meter. Ini yang membuat jantung kita seperti berhenti sejenak, sebagin dari kita pun basah karena air yang terciprat dari kiri, kanan dan atas.  Atraksi yang sangat menyenangkan tetapi juga membuat jantung kita berdebar.
Oh iya, ada taman bermain kecil yang disediakan untuk para orang tua yang memiliki anak kecil.











Klik disini  kalau mau lihat video singkatnya.

2. Transformers Ride
Ada yang pernah nonton film Transformers? Atraksi ini diambul dari film tersebut. Atraksi berlangsung sekitar empat setengah menit dengan menyajikan teknologi 4K-3D. Pengunjung mengenakan kacamata 3D dan menaiki kendaraan seperti mobil yang dapat menampung maksimal 12 pengunjung. Ada batas tinggi untuk setiap pengunjung yaitu minimal 101 centimeter. Atraksi ini menampilkan pertempuran antara para transformers dengan musuh-musuhnya. Teknologi special effect membuat kita seolah olah terlibat dalam pertempuran tersebut. Gerakan-gerakan yang keras seperti terpental jatuh dari gedung, menanjak gedung tinggi atau terjatuh karen pukulan para musuh Transformers membuat semua yang kita alami seolah nyata. Transformers adalah salah satu atraksi favorite anak saya.








3. The Mummy Ride
Masih ingat film The Mummy yang dibintangi Branden Fraser? Ya atraksi ini terinpirasi dari film tersebut. Menurut saya ini adalah ride paling singkat, berlangsung sekitar 2 menit. Di atraksi ini pengunjung menaiki indoor roller coaster. Tidak seperti roller coaster biasa, karena atraksi ini berada di dalam ruangan yang dibuat seperti goa atau terowongan yang gelap , dan dibuat untuk memberi kesan menakutkan maka tingkat intensitas juga lebih tinggi. Roller coaster bergerak ke atas, jatuh kebawah, ke depan dan ke belakangan dengan kecepatan tinggi. Pengunjung yang memiliki masalah kesehatan jantung tidak di perbolehkan menaiki atraksi ini.





Sekarang, mari kita menuju ke level tengah. Turun ke level bawah disediakan tangga jalan, naik ke level atas pun tersedia tangga jalan. Untuk pengunjung yang membawa stroller atau kereta dorong, maka lift adalah pilihan yang tepat. Di Amerika, kereta dorong bayi atau kereta dorong balita tidak diperbolehkan di tinggal jalan. Ada apa saja sih di level tengah?

Arena paling bawah di theme park

1. The Simpson Ride
Siapa yang tidak suka The Simpson. Waktu saya  masih SMP sampai SMA saya senang sekali nonton The Simpson di TV.
Atraksi ini diinspirasi dari animasi TV Show The Simpson. Seperti halnya Transformers, atraksi ini juga merupakan atraksi 3D. Penonton di wajibkan memakai kacamata 3D. Atraksi ini sangat disukai anak-anak karena sangat berwarna warni, namum seperti atraksi lainnya, ada batas tinggi badan untuk naik atraksi ini, yaitu sekitar 101 centimeter.
Di Simpson Ride, ada tiga tahapan saat antrian. Tahap pertama dimana kita melihat di layar TV beberapa karakter dari The Simpson yang menjelaskan secara singkat mengenai Simpson Ride. Pre-Show ini cukup lucu dan membuat kita tertawa, sebagaimana kalau kita menonton The Simpson di televisi. Tahap ke dua pengunjung masuk keruangan kecil yang berisi maksimal 8 orang. Diruangan ini pengunjung diberikan preview mengenai tip tip yang aman selama mengendari ride.
Tahap ketiga adalah masuk keruangan dimana disediakan kendaraan seperti pesawat ruang angkasa yang memiliki pintu di kiri dan kanan yang terbuka keatas. Kendaraan ini memiliki kapasitas 8 orang maksimal, 4 didepan, dan 4 orang dibelakan. Atraksi berjalan sekiar 4 menit. Pengunjung yang memiliki kondisi kesehatan jangtung, sering pusing atau takut ketinggian tidak direkomendasikan.
Menaiki The Simpson Ride rasanya seperti seolah-olah kita berada dalam roller coaster, walau sebenarnya tidak. Kalau kita lihat disekeliling kita, rasanya hampir tidak percaya kalau kita sebenarnya berada di theater besar. Kita dapat melihat para pengunjung lain yang berada di sebelaha kanan, kiri, dan di belakang kita. Effek visual yang disajikan benar benar membuat seolah-olah yang kita alamai adalah nyata. Bahkan, saat baby Maggie bersin pun kita seperti kecipratan. Pokoknya, efek visual dan efek suara di Simpson ride bener bener oke deh.






Ini adalah layar 3D Simpson Ride

Ruang antrian di Simpson Ride

Saya dan keluarga

2. The Studio Tour
Studio tour adalah atraksi yang paling lama, hampir sekitar 30 menit, namun juga lumayan menyenangkan. Di studio tour, pengunjung menaiki bus terbuka (tidak ada jendela) dan ada tour guide yang membawa kita berkeliling Universal Studio tour lot. Disini mereka menjelaskan bagaimana beberapa film di Hollywood dibuat. Saya banyak belajar dari studio tour ini, saya kagum bagaimana saat kita menonton film, sebenarnya shooting film tersebut tidak dilakukan di Paris, atau di Itali, atau di New York. Semua dilakukan di Studio yang dibuat seolah-olah seperti tempat aslinya.



Tiga hal yang paling menarik di Studi Tour adalah 3D Kingkong, special effect untuk membuat hujan dan banjir besar, dan gempa bumi dan kecelakaan di stasiun kereta bawah tanah.

3D Kingkong adalah atraksi 3D yang dapat disaksidan dari bis studio tour. Bis masuk keterowongan gelap, pengunjung mengenakan kacamata 3D dan kemudian seolah olah kita berada di Skull island. Kita seperti berada dalam pertarungan antara Kingkon dan Dinosaurus. Efek 3D membuat semuanya seperti nyata.

Memasuki arena Kingkong 3D

Kingkong 3D

Lihat video singkatnya disini





Special efek hujan dan banjir dapat kita nikmati saat bis melintasi kawasan studio dari salah satu film berjudul Big Fat Liar. Efek gempa bumi, jembatan patah, dan banjir juga dapat dinikmati didalam sound stage yang di desain seperti stasiun kereta bawah tanah di San Francisco. Di sini kita seolah olah merasakan guncangan gempa bumi yang sangat kencang, lalu ada kereta yang menabrak bis pemadam kebakaran, dan truk bensin yang jatuh dari atap stasiun dan tiba-tiba api bermunculan dan bau bensin yang terbakar tercium dimana-mana. Tidak berhenti disini, setelah rasa panas, dari sebeleah kiri bis, lalu muncul tumpahan air besar seperti banjir badang. Semua terasa seperti nyata.

Special efek banjir 


Special efek banjir di stasiun kereta bawah tanah




Banyak sekali yang dapat dinikmati di studio tour, seperti beberapa gambar dibawah ini.

Lokasi syuting film Jaws

Reruntuhan pesawat di film War of the World

Reruntuhan pesawat di film War of The World


Studio syuting Grinch Stole Christmas

Studio tempat shooting Desperate Housewives

Tunggu cerita selanjutnya di Part II....










8 comments:

  1. wuuiihh ini kayanya one day tour aja ga cukup ya mak. di tunggu episode berikutnya :)

    btw salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Momtraveler, salam kenal juga. Tunggu episode berikutnya ya. Terima kasih udah mampir.

      Delete
  2. Benar2 surga buat anak2..transformer..dinosaur..semuanya disukai anak saya:)

    ReplyDelete
  3. Seru banget Erita, kayanya Alex kalo gw baca ke sini gak bakalan mo pulang deh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa main kesini ya Yen. Alex bakalan ngga mau pulang, beneran deh. :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  4. keren...iih..seru..baca tulisannya

    ReplyDelete