Tuesday, January 20, 2015

Perpustakaan


Dari sekian banyak fasilitas umum di Amerika, salah satu fasilitas umum yang sangat sukai dan saya hargai adalah perpustkaan umum. Hampir setiap kota atau distrik di Amerika memiliki perpustakaan umum. Di kota-kota sekitar tempat tinggal saya, hanya dalam jarak sekitar 5 sampai 10 kilometer setidaknya ada dua sampai empat perpustakaan umum.
Yang saya sukai dari perpustakaan umum di Amerika adalah kemudahan meminjam buku, kenyamanan, dan tidak dipungut biasa satu sen-pun untuk meminjam buku. Tidak hanya itu, di perpustakaan umum di Amerika kamipun dapat meminjam CD untuk mendengarkan music atau audio book dan juga meminjam DVD untuk menonton film. Semuanya tanpa dipungut biaya, cukup dengan menjadi anggota perpustakaan dengan menunjukan ID (SIM atau KTP) dan kamipun diberi kartu perpustkaan.

Owen yang sedang mencari Harry Potter DVD

Bagian buku anak-anak

DVD yang dapat di pinjam gratis

Saya merasakan manfaat yang sangat besar dari perpustakaan terutama sejak saya memiliki anak. Sebagai seseorang yang sangat suka membaca, maka saya pun sangat suka membawa anak anak saya ke perpustakaan. Sewaktu saya masih bekerja, saya hanya membawa anak anak keperpustakaan di hari Sabtu atau Minggu (oh ya, rata rata perpustakaan di Amerika buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 8 malam), namun sejak saya menjadi stay at home mom, alias ibu RT, saya sering membawa anak anak saya menghabiskan waktu di perpustakaan. Contohnya saat liburan di akhir December dan awal tahun ini. Anak-anak libur selama tiga minggu, kami bertiga banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Kami tidak hanya membaca buku tetapi juga melakukan beberapa aktifitas lainnya yang diselenggarakan oleh pihak perpustkaan.

Di Amerika, perpustakaan bukan cuma tempat untuk membaca buku. Banyak sekali kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan untuk anak-anak dan orang dewasa. Contohnya untuk anak saya yang berumur 4 tahun, seminggu sekali mereka mengadakan 'Story Time' dimana staff perustakaan untuk bagian anak-anak membacakan cerita untuk anak anak yang berumur 4-5 tahun (toddler age). Ada juga story time untuk anak anak balita yang berumur 2-3 tahun. Anak-anak usia pre school dan kindergarten juga melakukan craft dan art. Untuk anak saya yang berumur 8 tahun ada book club dan seminggu sekali mereka mengadakan tutorial atau bantuan untuk anak anak SD mengerjakan homework (PR). Untuk orang dewasa ada book club, dimana kami membaca buku dan mengupas dan mendiskusikan isi buku tersebut. Di perpustakaan dekat rumah kami, bahkan ada latihan yoga gratis seminggu sekali.

Pre School and Kindergarten story time

Memilih buku


Puppets (boneka tangan)
Art and craft




Perpustakaan di Amerika dibagi menjadi dua ruang baca; untuk anak-anak dan untuk dewasa. Bahkan ada beberapa perpustakaan yang menyediakan ruang tersendiri untuk para orang tua atau manula. Perpustakaan di Amerika juga menyediakan sarana komputer dan internet gratis yang dapat digunakan oleh para pengunjung. Jadi misalnya, orang-orang yang tidak memiliki komputer atau internet, dapat memiliki akses ke internet tanpa dipungut bayaran. Hanya saja, akses mereka dibatasi selama 15-20 menit. Tapi hal ini dapat dilakukan berulang-ulang dalam satu hari. Disalah satu perpustkaan favorit kami bahkan ada aquarium besar yang sangat menarik perhatian anak-anak.

Ruang baca 

Buku untuk anak-anak
Membaca buku untuk adik tercinta

Ruang komputer untuk anak-anak


Saya sering berharap suatu saat nanti di Indonesia akan menuju kearah yang sama dengan di Amerika. Buku-buku sangat mahal harganya, tidak banyak keluarga di Indonesia yang mampu membeli buku untuk anak-anak mereka. Perpustakaan adalah salah satu sarana untuk mencerdaskan anak bangsa, sarana yang dapat digunakan untuk menjalankan hal-hal positif. Setiap saya mengunjungi perpustakaan, saya juga sering melihat college students yang sedang melakukan research atau tugas mata kuliah mereka. Saya sering teringat pengalaman saya waktu menulis skripsi dimasa kuliah di Jakarta. Sangat sulit bagi saya mencari sumber untuk melengkapi skripsi saya. Hanya ada dua perpustkaan yang saya kunjungi; perpustakaan di kampus dan perpustakaan nasional di Jakarta. Namun di sini di Amerika, kesulitan tersebut tidak akan kita temui karena fasilitas pemerintah yang memudahkan rakyat Amerika untuk mencapai apapun yang diinginkan warga negaranya.







2 comments:

  1. Keren banget perpustakaannya Erita. OMG me so jealous :(

    ReplyDelete
  2. I am jealous for Indonesia too, Maureen. I wish I wish....

    ReplyDelete