Monday, March 9, 2015

On Marriage; Dates With My Husband (Kencan Dengan Suami)

"We've been married for 14 years but I have never been out in a date with my husband. I feel guilty to leave our children at home while we're having fun, the of us without the kids."

Those words above were from a friend that I heard a few years ago.

""Kami sudah menikah selama 14 tahun tetapi saya tidak pernah kencan keluar rumah dengan suami saya. Saya merasa bersalah meninggalkan anak-anak sementara saya bersenang-senang diluar tanpa anak-anak"

Diatas adalah kata-kata dan keluhan seorang teman pada saya beberapa tahun yang lalu.

_______________

This writing is not a marriage advise, this is just simply what I have in mind, to share story. Based on a personal experience.

Ulasan dibawah ini bukan nasehat perkawinan, ini semata mata berbagi cerita. Pengalaman pribadi.

My husband and I have been married for almost twelve years. We have two healthy children. When we first had our son, we never really had any chance to go out as a couple, on a date. Everything we did always involved the three of us, my husband, myself and our son. My husband did suggest us to hire a baby sitter so we could go out but the idea of having someone we did not really know well to baby sit our baby was nerve wrecking to me. He also suggested that we asked our good friends to look after him for a few hours so we could have time for ourselves...still that idea was not good enough for me.

Saya dan suami sudah menikah hampir selama 12 tahun. Kami memiliki dua orang anak. Ketika anak pertama saya lahir, kami tidak pernah memiliki kesemptan untuk kencan sebagai seoarang suami istri. Segala sesuatu yang kami lakukan sebagai pasangan dilakukan bertiga, suami dan saya serta anak saya yang saat itu masih balita. Suami saya pernah menyarankan beberapa kali agar kami membayar baby sitter untuk menjaga anak kami suoaya kami bisa keluar rumah, tetapi saya sangat taku dan tidak dapat membayangkan seseorang yang tidak begitu saya kenal untuk menjaga anak saya. Suami juga menyarankan untuk meminta teman-teman baik kami untuk menjaga anak kami beberap jam saja agar kami bisa pergi keluar dan menghabiskan waktu bersama....tetap saja ide seperti itu tidak bagus menurut saya.

This is how a marriage couple looks like on 11 years of marriage. It was taken to celebrate our 11 years of wedding anniversary at a restaurant by the beach in Malibu, CA.  I would like to go to the same restaurant on our silver wedding anniversary. Sitting on the same table and the same pose for picture. 

Not until my sister in law moved to Los Angeles, she got a job here and live only half hours away from us. Our son was about 2 years old at that time. We're so pleased that finally we have a family member lives near by. Most of my husband's family live outside the state and my family live....well in a different continent than us. We did not get any help pretty much in the first two years after our son was born.

Sampai suatu saat, kakak ipar saya pindah ke Los Angeles, dia mendapatkan pekerjaan baru disini dan tinggal hanya sekitar 30 menit dari rumah kami. Anak saya berusia 2 tahun saat itu. Kami senang sekali karena akhirnya punya keluarga yang tinggal dekat dengan kami. Hampir semua keluarga suami saya tinggal di luar state Calfirnia dan keluarga saya tinggal di Indonesia. Kami tidak banyak mendapat bantuan dari keluarga sejak anak lelaki saya lahir.

Slowly, I got the ease of leaving my two years old son and had him baby sat by his aunt. I must admit it was not that easy, not that I didn't trust my sister in law to give a proper car to him while we're away, but it is mostly about my guilt. I felt guilty of leaving him home while we're having fun. I got a bad separation anxiety.

Secara bertahap, saya akhirnya dapat meninggalkan anak saya yang saat itu berusia dua tahun dan di baby sit oleh tantenya. Saya  akui, tidak mudah rasanya, bukan karena saya tidak percaya pada kakak ipar untuk menjaga anak saya tetapi lebih kepada perasaan saya sendiri. Saya merasa bersalah meninggalkan anak saya untuk keluar rumah dan bersenang-senang kencan dengan suami.

But time healed that feeling. What I kept telling myself is, "I need this. We need this. My husband and I need to keep our healthy marriage by doing this. By going on a date, reminiscing all those moments of why we fell in love with each other. We need to be away from our children for a few hours. We spend quality time with our kids but why not spend quality time with each other?".

Waktu akhirnya menyembuhkan perasaan bersalah tersebut. Saya berkata kepada diri saya sendiri, "Saya butuh ini. Kami butuh ini. Suami dan saya harus menjaga kesehatan perkawinan kami dengan melakukan hal seperti ini. Keluar rumah dan pergi kencan, mengingat masa-masa indah dan suasana dimana kami saling jatuh cinta. Kami butuh sedikit waktu jauh dari anak-anak. Kami sering menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak anak, mengapa tidak menghabiskan waktu berkualitas dengan suami?"

We have regular date night. Once a week would be very ideal but in our situation, once a month will do it. We asked our sister in law to come to our house or we took the kids to her house. It's been working pretty well for all of us. In one hand, my husband and I are able to get some quality time together, in the other hand my sister in law gets to spend quality time with her niece and nephew. My children LOVE spending time with their aunt.

Saat ini kami memiliki jadwal kencan. Idealnya seminggu sekali tapi untuk situasi kami sebulan sekali cukup buat kami. Saat kakak ipar saya ada waktu, kami undang beliau untuk datang kerumah atau kami membawa anak anak kerumahnya sehingga kami bisa keluar rumah sebagai pasangan suami istri. Sampai saat ini hal tersebut berjalan lancar. Disatu pihak, saya dan suami dapat menghabiskan waktu berkualitas berdua, dilain pihak kakak ipar sama dapat menghabiskan waktu berkualitas dengan keponakannya. Anak-anak saya sangat suka menghabiskan waktu dengan tantenya.

Our date night out is pretty simple. What we like to do is to go out for dinner and then movie.
However, going out on a date with my husband is not just about watching a movie and then eat. It is more than that. It's the time when we have some serious talk without any distraction from from a toddler. It is the time when we can hold each others hand or kiss each other passionately without having our eight years old son looking embarrassed and have the look "I-can-believe-you-kiss-mom-like-that-eww-it's-embarrassing-why-don't-you-get-a-room" on his face (okay, that's totally not the important part..haha). It is the time when we can reminisce all the fun time we had before we had kids. It's the time about romance. We all agree, romance is one of the ingredients to have a healthy marriage life.

Kencan saya dan suami cukup simple. Kami suka makan malan di restaurant kemudian dilanjutkan dengan menonton film di bioskop. Ada hal yang perlu di ingat, kencan saya dengan suami bukan hanya semata-mata ingin menonton atau makan di restaurant tanpa gangguan anak-anak. Bagi kami berdua, kencan adalah waktu dimana kami berdua dapat berpegangan tangan atau berciuman mesra tanpa rasa khawatir anak lekaki kami yang berusia 8 tahun merasa malu dan seolah-olah memiliki wajah seperti ini saat dia melihat kami bermesraan "Saya tidak percaya dad mencium mama seperti itu--eww saya malu" (okay, saya bercanda. Itu bukan hal terpenting). Yang penting adalah kebersamaan kami ini terkadang dapat membawa kenangan indah saat sebelum kami memiliki anak. Soal hubungan atau tali percintaan. Kita semua setuju, romance adalah salah satu bahan utama dalam membangun perkawinan yang sehat.

To me, there are very important reasons why I need to have a date with  my husband, they are:

1. Dating my husband feeds the fires of romance.
My husband and I lived in a different continent before we got married. For years we had a long distance relationships. We talked everyday online and on the phone. After I moved to the state and we got married, we waited for three years to have a baby. The first three years of being marriage, I considered those as our dating periods. I am just so glad we waited to have kids. Then work got more serious and kids came along. Before we knew it, other things were filling up our time instead of each other.
By dating my husband, on a consistent basis, we can fuel that fire that brought us together in the first place.

Bagi saya, ada alasan penting kenapa saya dan suami membutuhkan waktu berkencan:

1. Berkencan dengan suami saya berarti terus menyalakan api asmara kami. Saya dan suami sebelum kami menikah tinggal berjauhan. Kami berkomunikasi jarak jauh dengan internet dan telephone. Setelah saya pindah ke America dan menikan dengan suami, kami menunggu selama tiga tahun untuk memiliki anak. Tiga tahun pertama perkawinan sebelum anak kami lahir, saya kategorikan sebagai masa-masa kencan. Saya sangat gembira menunda waktu kehamilan. Kemudian kami sibuk dengan pekerjaan dan akhirnya setelah kami siap, kamipun memutuskan untuk membangun keluarga kecil. Tanpa kami sadari, pekerjaan dan anak menyita kebersamaan waktu kami berdua. Dengan melakukan kencan dalam waktu tertentu, kami seolah-olah tetap menjaga agar api asmara yang menyatukan kami berdua tidak berhenti menyala.

My spouse is my favorite person in the whole world. I realize there's more to our relationship than just being roommates, breadwinners and babysitters.
It's not often for my husband to open the car door for me as how a gentleman should do, especially since we have kids. When we are heading to our car, especially with two kids in tow, we both will be busy making sure our kids are properly strapped in their car seat. When we have our date, he always opens the car door for me. It was how it used to be before kids. Guess how that makes me feel? I feel like a royal. I LOVE IT!

Suami saya adalal orang favorite saya di seluruh dunia. Saya menyadari ada hal-hal  lebih dari hubungan kami berdua dari sekedar dua orang yang tinggal dalam satu atap, atau lebih dari sekedar pencari nafkah atau dua orang yang menjaga anak. Tidak sering suami saya membukakan pintu mobil sebagai layaknya seorang gentleman, terutama sejak kami mempunyai anak. Ketika kami membuka pintu mobil, kami berdua sibuk memastikan anak anak kami duduk di car seat mereka dan sabuk pengaman mereka terpakai dengan aman. Tetapi, saat kami berkencan, suami saya selalu membuka pintu mobil untuk saya. Kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum kami memiliki anak. Coba tebak gimana perasaan saya dibukakan pintu oleh suami? I LOVE IT!.

Romance is not a temporary tool only meant to bring couples together. It should be a permanent fixture in the lives of every loving marriage.

Romance bukanlah alat sementara yang digunakan untuk menyatukan dua orang pasangan. Romance adalah sesuatu yang permanent yang dapat memperbaiki dan mempererat kehidupan pernikahan yang penuh cinta.

2. Dating my husband make us grow closer. 
Last Saturday, my husband and I went to see a movie, Kingsman. We both love movies about spy. It was really a good movie that we both enjoyed watching. Towards the end of the movie, there was this supposedly graphic scene but by any definition, it turned out to be funny. My husband laughed so hard and for the longest laugh he ever had while watching a movie. He never even laughed that hard and that long while watching a comedy. It was new to me. I laughed with him and as much as it's embarrassing for me to have my husband laughed that long and that hard, I honestly loved seeing that. I was thinking to myself how lucky I am to be married to a man who knows how to enjoy himself, a man who can make a worst possible scene in a movie to be a funny one. He looked so carefree. He and I were not the only ones laughing to the scenes, other people were too but he laughed the hardest and the longest.

2. Berkencan dengan suami mempererat hubungan kami.
Hari Sabtu malam kemarin, suami dan saya pergi kencan dengan menonton film Kingsman. Kami berdua menyukai film tentang mata-mata. Filmnya cukup bagus. Menjelang akhir film, ada adegan yang seharusnya cukup mengerikan tapi dibuat menjadi lucu dan berwarna-warni. Suami saya tertawa sangat keras dan sangat lama. Dia tidak pernah tertawa terbahak bahak seperti itu bahkan saat menonton film komedi. Saya pun ikut tertawa dengannya. Agak malu juga sih karena tawa suami saya keras sekali tetapi saya senang melihat dia tertawa seperti itu. Saya berpikir, "beruntung sekali saya bersuamikan seseorang yang tahu bagaimana bersenang senang, seseorang yang dapat melihat sisi mengerikan sebuah film menjadi sisi yang lucy. Suami dan saya saat itu bukan satu satunya orang yang tertawa, penonton lain pun ikut tertawa. 

My husband and I on our date last Satuday. We were about to take our signature selfie but a nice stranger offered to take our picture

And this is our signature selfie. We just can't miss it.

Every time we watch a movie, my husband and I always take our time to take selfie. It's our signature selfie. He will hold the cellphone. In that last two years we have been doing this, not because we both are narcissistic  persons but because of the fun elements to taking  selfie. We feel carefree as we are doing it. We feel like a young couple in love trying to create fun moments.

Setiap menoton, dua tahun terakhir, saya dan suami selalu menyempatkan untuk ber selfie ria. Bukan semata-mata karena kami narcis, tetapi lebih ke unsur fun. Kami merasa bebas. Kami merasa seperti pasangan muda yang sedang jatuh cinta dan membuat moment menyenangkan.


Selfie couple? why not. It keeps us young and so it's so much fun!


When my husband and I are on a date, we get to have new experiences by doing and seeing new things. We get to know each other better because you're seeing each other in a new light-sometimes literally. Common activities lead to shared feelings. This increases the amount of shared memories we have together.

Ketika saya berkencan dengan suami, saya dan suami melakukan melakukan dan melihat hal-hal baru. Kami berdua seperti mengenali pribadi masing-masing  kembali sebab kami berdua dapat melihat satu sama lain dari sisi yang berbeda. Kesamaan minat membuat kami menbagi perasaan kami yang terdalam, dan hal ini meningkatkan jumlah kenangan manis yang kami miliki bersama.


3. It's about priority.
When all is said and done, what's the single most important thing in your life? Why, of course our spouse. It makes sense then, that you are filling your life with as much spouse-time as possible.

To me, by dating my husband, I'm telling him that he is a priority in my life (aside from our children of course). Obviously, there are things that take up our time- the good things. Working my career and making money (I quit my paid well job last November though), spending time with our friends and family, and working with our community or schools and neighborhoods are all good things. The difference here is that by making our spouse a priority, these things will not ever become more important. They may take up more time but they are not more important.
By dating each other on a regular basis, our marriage will be strengthened. That's my mantra. I feel loved. I feel like I have a solid base to go out into the world.

3. Ini semua adalah soal prioritas. 
Ketika ditanya apakah salah satu hal terpenting dalam hidup kita? tentu saja jawabnnya adalah pasangan kita. Masuk akal kan?, soalnya kita mengisi hidup kita dengan menghabiskan banyak waktu kita buat pasangan.
Bagi saya, kencan dengan suami adalah salah satu cara saya mengatakan kepadanya bahwa dia adalah prioritas hidup saya (tentunya disamping anak-anal saya yang juga menjadi prioritas utama kami). Sangat jelas ada hal-hal yang menyita waktu kita, hal-hal yang bagus. Pekerjaan dan mencari nafkah, waktu bersama teman-teman dan keluarga, dan waktu yang kita luangkan untuk komunitas di sekitar kita, semua adalah hal-hal yang sangat penting. Bedanya, dengan menjadikan pasangan saebagai prioritas saya, hal-hal tersebut tidak menjadi lebih penting. Hal-hal tersebut mungkin banyak menyita waktu saya, tetapi  mereka tidak lebih penting.
Dengan kencan dalam waktu waktu tertentu, pernikahan kami terasa semakin kuat. Ini adalah mantra kami berdua. Saya merasa di cintai. Saya merasa memiliki dasar yang kuat untuk menjalankan peran saya di dunia ini.

Last October 2013 was the celebration of our 10 years anniversary. I came out with a brilliant idea to celebrate a decade of our marriage. During the month of October 2013, we had 10 dates. YES, 10 DATES. 10 most memorable moments my husband and I spent together without our children. We had date night outs, we had lunch dates, we had brunch, and simply stayed home while the kids were at school . We made that efforts. We committed to it and we could all do that because of the help from my sister in law and my best friend. It was by far the best wedding anniversary we had.

Di bulan Oktober 2013 adalah perayaan 10 tahun pernikahan saya dan suami. Menjelang anniversary kami, sama memiliki ide brillian untuk merayakan angka 10 tersebut. Selama bulan Oktober, kami berkomitment untuk kencan selama 10 kali. Ya, 10 kali. Saya dan suami memiliki 10 kenangan yang tidak terlupakan. Kami pergi keluar rumah di malam hari, kami janjian untuk makan siang di restaurant di selah-selah kesibukan kami saat bekerja, kami diam dirumah saat anak-anak di sekolah. Kami berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut. Saya berterima kasih sama kakak ipar dan sahabat baik saya yang bersedia menjaga anak-anak saat kami keluar kencan. Sejauh ini, hal tersebut adalah perayaan anniversary yang paling mengesankan.
Below are some images on our 10 dates of our 10 years anniversary. What can be anymore selfie than these?

On our way to a lunch. We walked from home. After lunch we saw a massage place and decided to get couple's massage. Talking about relaxing. We felt rejuvenated after that.

A date night in Las Vegas

Another selfie inside a movie theatre

I told you we could never get enough of selfie.

A lunch date, just the two of us. In between our busy schedule. It's all about making an effort, isn't it? and prioritize.

A morning brunch on a beautiful Sunday. Just us.

I realized that it is not that easy for marriage couples to go out on a date, especially for those who do not get enough supports from family members to help out with the kids. I know it because I've been there. That's why I told a few good friends of mine who have young children and offer them my help. If they want to have a date night out without having to pay a baby sitter, I would be willing to watch their kids for them. I'd be happy too. Seeing happy couples make me happy too.

Saya sadar tidak mudah bagi pasangan yang memiliki anak untuk kencan keluar rumah terutama jika mereka tidak memiliki keluarga dekat untuk menjaga anak-anak mereka. Saya pernah mengalami hal ini. Itulah sebabnya, saya selalu bilang ke teman-teman dekat saya untuk tidak ragu-ragu menitipkan anak-anak mereka ke saya jika mereka ingin kencan dengan suami.  Melihat teman gembira, saya ikut gembira juga.

So, DON'T sneak around ON your spouse, sneak around  WITH your spouse.. Make some time to go out on a real date. Don't be too lazy or too comfortable.  Put on that sexy dress that you have been meaning to wear for a long time but you don't have any excuse to wear it. Go watch a movie, eat at a restaurant, take a walk along the beach, do some outdoor activities, get a couple's massage. Whatever that suits your life style.
If you must, act as though you are in your twenties, a responsible twenties (but if you are still in your twenties, disregard this suggestion). Have fun, have TONS of fun.
Ask grandma, your  parents, aunt, uncles, sisters, sister in law, good friends, a good neighbor or good friend that you can trust to watch your children for a few hours. Don't feel bad, don't feel guilty because you are not doing something bad. You are building a healthy relationship with your spouse and your children will benefit from it too.
Trust me, you will have a good time. I have been going on a date for so many times when I was young,  before I met my husband but going on a date with my husband as a marriage couple is THE BEST!!!!

Jangan pergi diam-diam dibalik punggung pasangan kita, tapi pergilah diam-diam dengan pasangan kita. Luangkan waktu untuk berkencan. Jangan malas. Pakai baju cantik dan seksi yang selalu ingin kita pakai tetapi tidak ada alasan untuk memakainya. Nonton di bioskop, makan di restaurant, berjalan di sepanjang pantai, lakukan akitivitas outdoor, ke SPA untuk di pijat. Apapun sesuai minat dan gaya hidup kita.
Berlagak lah seolah-olah kita masih berumur 20 an, 20 tahun-an yang bertanggung jawab (kalau umur kalian masih 20-an abaikan saja saran saya ini..hehehe). Bersenang-senang lah. Nikmati kebersamaan dengan suami.
Mintalah kerabat kita, nenek, orang tua, kakak, adik, ipar, tante, paman atau orang-orang yang bisa kita percaya untuk memjaga anak-anak kita. Jangan merasa bersalah karena kita tidak melakukan hal buruk. Justru kita membangun hubungan yang sehat dengan pasangan kita. Anak-anak akan merasakan manfaat jika orang tua mereka terlihat bahagia.
Percaya deh, You will have a good time. Saya sering kencan selama waktu berpacaran sebelum saya bertemu suami, tetapi kencan TERBAIK  adalah kencan dengan pasangan kita.



Anniversary date by the beach in Malibu



We took a long walk in the beach, holding hands. What could be more romantic than that? And healthy too. We burned some calories for sure.

_______________________

So I told my friend...."Just because you are spending some quality time with your husband, does not mean you are abandoning your children. They will be okay. They will not be sad. As a matter of fact, if you go out with him and you feel good about yourself and your marriage, your children can see it. They will be happy to see you happy. And you know another best feeling after you went for a few  hours? is the way your children greeted you when you're back home. It's as though, they haven't seen you for ages. It brings a good feeling. You feel loved, so much loved and needed".

20 comments:

  1. Hai mbak, salam kenal :)
    Perasaan bersalah itu emang lumrah sih, saya juga ngalami pas ninggalin si sulung nonton konser musik artis lokal di Semarang atau nonton bioskop. Hahaaa, galau antara pengen nonton film dengan mikirin perasaan anak. Eh ternyata anak kita malah cuek aja tuh ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Hidayah, salam kenal juga. Bener, anak kita biasanya cuek aja. Sebenarnya kita yang terlalu kuatir. :)

      Delete
  2. Wow, very inspiring, Mbak 😍

    Baca blog Mbak, saya seolah practice english lagi plus dapat inspirasi hidup yang keren.

    Memang gak mudah ya Mak, jadwal kerja suami kadang sulit utk atur waktu dan pergi kencan, konon lagi punya baby.

    Tapi lagi lagi pernikahan adalah ikatan yang layak diperjuangkan ya Mak.

    Ditunggu post berikutnya

    Salam Kenal dari Medan , 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Nufa, terima kasih ya. Senang kalau blog saya ada manfaatnya, terutama buat belajar bahasa Inggris.

      Wasalam.

      Delete
  3. Senangnya Mak, semoga bahagia selalu dalam ikatan suci pernikahan :)

    ReplyDelete
  4. Halo, salam kenal. Boleh dicoba nih, kebiasaan baik ngedate sama suami. Btw, kalau selfie yang pegang kamera suaminya terus ya, coba gantian untuk dapatkan angle berbeda. Sekedar saran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Murtiyarini, salam kenal juga. Iya nih, yang sering megang kamera suami karena suami lebih tinggi dan tangannya lebih panjang...hahaha. Terus signature selfienya diambil dari atas. Next time boleh juga nih sarannya buat ganti posisi biar dapat angel yang berbeda. :)

      Delete
  5. Betul juga mbak...pergi berdua dg suami emang perlu...tp kdg terasa aneh kalo tanpa anak2...blm terbiasa kali yaa... apalagi kl pasangan kita bkn tipe romantis hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Reni, harus dibiasain. Ngga perlu yang romantis kok, asal bisa melakukan kegiatan apapun bentuknya bersama suami tanpa anak-anak. Selamat mencoba ya. :)

      Delete
  6. Jadwal kencan memang wajib bagi suami istri supaya tdk garing...TFS mba
    blogwalking salam kenal....
    Aku follow ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Fee. Bener supaya ngga garing.....hahaha apalagi kalau umur pernikahan sudah diatas lima tahun. Kalau kata orang Amerika "Put a little spark in your marriage". Salam kenal juga ya. Terima kasih udah di follow.

      Delete
  7. saia juga melakukan itu dengan suami, sering muncul rasa bersalah meninggalkan anak untuk bersenang2 tapi kami juga memerlukan waktu khusus untuk upgrade komitmen kami, maka quality time dengan anak pun bisa maksimal. TFS :)

    ReplyDelete
  8. Di awal-awal pernikahan, saya dan suami juga sering merasa bersalah meninggalkan anak-anak. Tapi setela anak-anak cukup besar (sekarang mereka berumur 6 dan 10 tahun) dan ada yang menjaga, kami bisa cukup tenang pergi berdua. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Fita. Kalau anak-anak sudah tambah besar lebih leluasa ya.

      Delete
  9. Nice couple...duuuh, saya nih yang jarang kencan sama suami hiks...thanks for sharing maak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayo Kania di coba. Anak bisa dititip sebentar sama nenek atau keluarga terdekat. Suami dan Istri, terutama istri yang lebih sering menjaga anak butuh break juga.

      Delete
  10. salam kenal mom, duh romantis banget...jadi iri..., pelajaran berharga, TFS...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan iri, tapi ayo di coba. Di jamin sukda deh :)

      Delete