Tuesday, January 26, 2016

7 Wonders of Daily Dose I Do to My Children Everyday

With its ups and downs as being a mother, I truly enjoy this role of motherhood in the past nine years. As the new year arrived and among my sometimes unrealistic New Year's resolution, I have lists that I tell myself I will keep on doing to my children. Even though I no longer work, I haven't stopped building dreams for myself and for my family. My life has been as hectic as when I used to work in an office 9-10 hours a day (sometimes more) however, I think it is more hectic now that I am a full time mom.

Ada saat-saat tertentu dimana peran kita sebagai seorang ibu bisa menyenangkan dan bisa juga membuat kita sedih, secare pribadi saya sangat menikmati peran saya sebagai ibu sejak sembilan tahun terakhir. Di saat tahun baru tiba dan diantara banyak resolusi tahun baru saya yang terkadang sangat tidak realistis, saya memiliki daftar resolusi tahun baru yang akan terus saya lakukan sepanjang tahun kepada anak-anak saya. Walaupun saat ini saya tidak bekerja lagi, saya tidak pernah berhenti membangun mimpi untuk diri saya dan keluarga saya. Kehidupan saya sangat hectic waktu saya masih bekerja 9-10 jam perhari atau bahkan lebih tetapi  justru saat saya  sekarang berpersan sebagain full time mom hidup saya terasa lebih hectic lagi.

Here are my 7 top lists that I will keep on doing for my children every single day:

Inilah 7 daftar resolusi saya yang telah dan akan terus saya lakukan untuk anak-anak saya setiap hari: 

1. Telling my kids the magic three words of, "I Love You". It might sound cliche but we often forget how important it is to say it. Some of us might think what matter is to show it. Well of course, showing your love is important but saying it is also important. It gives our children assurance. I truly LOVE it when my children say their "I Love You" to me. I could never get tired of hearing that.

Mengatakan kata-kata magic, "I Love You".  Terkadang kata-kata ini terdengar cliche tetapi yang sering kita lupa adalah pentingnya mengatakan I love you. Kita mungking berpikir yang penting adalah menunjukkan rasa cinta dengan perbuatan. Tentu saja, menunjukkan rasa cinta adalah penting tetapi mengatakan dengan menunjukkan rasa cinta lebih penting lagi. Anak-anak perlu di yakinkan, mereka perlu mendengar hal yang verbal. Saya sangat suka ketika anak-anak mengatakan "I Love You" kepada saya. Saya tidak pernah bosan mendengarnya. Menurut saya, sama halnya dengan mereka mendengarkan kata-kata tersebut dari kita.

2. Hug my children, not only once a day but a few times in a day. Just like the "I Love You", I hug my children often, mostly before they are off to school, when I pick them up from school or before they go to bed, when do they do something good or sometimes for no reasons at all. The hugging often followed by the I Love You and the bonus kisses. I LOVE kissing their sweet cheeks. My five year old daughter has been doing the same thing to me. Sometimes, for no reason, she would wrap her arms around my neck and kissed me tightly on my cheek. Yes, I will hug them every single day (and kiss) as long as they live under my roof. Maybe not so much when they are teenagers, but let's talk about that some other time.

Memeluk anak-anak saya, tidak cuma sekali tetapi beberapa kali setiap hari. Seperti halnya dengan mengatakan "I Love You" saya sangan sering memeluk anak-anak saya; sebelum mereka berangkat ke sekolah, setelah mereka pulang sekolah, sebelum mereka tidur, pada saat mereka melakukan hal-hal baik, atau tanpa alasan hanya untuk menunjukkan rasa cinta saya pada mereka. Pelukan saya sering diikuti kata- kata I love you dan bonus ciuman. Saya sangat suka mencium pipi mereka. Anak perempuan saya yang berumur 5 tahun sangat suka mencium saya, dia lingkarkan tangannya di leher saya terus dia cium pipi saya seolah-olah tidak mau dia lepaskan. Yes,  saya akan peluk dan cium mereka tiap hari selama mereka masih tinggal seatap dengan saya. Mungkina tidak akan terlalu sering saat mereka remaja, mari kita bicarakan soal ini lain kali saja. :) 






3. Cook for them, if it can not be done at least have a family meal every day. The thing about cooking, I know it not easy to do especially for working moms. If everyday is not possible at least once a week. In my experience, my children see my love and my affection through my cooking. They understand that mommy makes an effort to cook for them because she loves and cares for them. Along with cooking, sitting together as a family for dinner is one of my favorite things to do. This is the time when I, my husband, and my children would all share our days.

Click HERE  if you want to see some foods that I have cooked.

Memasak untuk mereka, jika hal ini tidak mungkin, setidaknya sempatkan waktu untuk makan bersama sekali dalam sehari. Soal memasak, saya menyadari hal ini sangat sulit kita lakukan terutama untuk para ibu yang bekerja. Kalau setiap hari tidak mungkin, setidaknya kita lakukan hal ini seminggu sekali. Dalam penagalam saya, anak-anak saya melihat cinta melalu masakan saya. Mereka mengerti bahwa ibu mereka menyempatkan waktu untuk memasak karena saya mencintai mereka. Sejalan dengan memasak, duduk bersama saat makan pagi, makan siang, atau yang lebih memungkinkan makan malam adalah salah satu hal yang selalu saya lakukan. Saat makan malam bersama keluarga adalah kesampatan dimana saya, suami dan anak-anak berbagi cerita tentang hari kami. 

Klik DISINI  jika ingin intip beberapa makanan yang saya masak.

My son when he was four year old. He couldn't hardly wait to eat the chocolate banana bread I baked for him

4. Ask my children about their day at school. Not just by asking "how was your day?" but more of getting into a real conversation. Ask them the open-ended question such as, "What was the funny things your friends said today?', or "I see a lot of orange in your coloring today, what do you think of the color orange?". Open-ended questions lead my children to answer them in many different ways, and before I knew it, our conversation lead to become an interesting one. If they have no school, I would ask them what do they think about today. I often ask this question before they go to bed.

Menanyakan hari-hari mereka di sekolah. Saya tidak lagi menanyakan, "bagaimana harimu?" tetapi lebih mengarah kepada pertanyaan yang berakhir dengan percakapan. Saya menanyakan open-ended question seperti "Apakah hal terlucu yang teman kamu lakukan hari ini?", atau "Saya lihat banyak warna oranye di buku gambarmu hari ini, menurut kamu warna oranye itu bagaimana?". Open-ended question membuat percakapan menjadi lebih menarik. Pada saat libur sekolah, saya tanyakan pendapat mereka tentang hari ini atau menanyakan impian dan harapan mereka atau hal-hal tertentu yang ingin mereka perbaiki.  

5. Pause and stop whatever I am doing and then smile when my children walk to the room. Make them feel as though they are the most important person in the room. This small gesture will let them know that I am happy to see them.

Menghentikan apapun yang sedang saya lakukan saat anak masuk ke ruangan dimana saya berada dan berikan senyuman kepada mereka. Saya buat seolah-olah anak saya adalah hal yang paling terpenting. Hal kecil ini menunjukan kepada mereka bahwa saya sangat senang melihat mereka.

6. Whenever I compliment one child, I give compliment to the other too when they both are in the same room. This has become a habit for me since my second one was born. Credit to this for my husband when he suggested me that whenever we compliment our new baby girl, we have to compliment her big brother too or vise versa. One of my biggest fear is for my kids to think that I love the other more. I don't want them to think that I favorite one of them. Small example. when I compliment how cute my daughter looks, I would also say how handsome my son is.

Tiap saya memberikan pujian kepada salah satu anak saya di saat mereka berdua berada di ruangan yang sama, saya akan berikan pujian juga kepada anak yang satunya. Saya tidak mau memuji-muji salah satu anak dan melupakan anak yang lain. Hal yang paling saya takuti adalah apabila salah satu anak saya merasa saya lebih sayang kepada salah satu dari mereka. Saya tidak mau mereka merasa saya lebih mem-favorit kan salah satu dari mereka. Salah satu contoh kecil, saat saya memberikan pujian betapa cantiknya anak perempuan saya, saya pun memberikan pujian betapa gantengnya anak lelaki saya.  



7.  Ask them to clean up their mess. I don't have any intention to spoil my children. If I could give them the world I would, but I also expect them to appreciate what they have, I expect them to clean up the table every time after they eat, clean up their room after they play or make their bed. I want them to understand that they have responsibilities as children. It is not much but a little bit of stressing the importance of cleaning up after yourself will come in handy in their life someday.

Meminta mereka untuk membersihkan. Saya tidak punya niatan untuk memanjakan mereka. Jika saya bisa, saya ingin memberikan dunia buat mereka, tetapi saya juga mengharapkan mereka untuk menghargai apa yang mereka punya, saya mengharapkan mereka untuk membersihkan meja makan setiap mereka selesai makan, membersihkan kamar mereka atau ruangan saat mereka selesai bermain. Saya ingin mereka memiliki rasa tanggung jawab sebagai. Tidak banyak tanggung jawab yang saya minta dari mereka saat ini karena mereka masih kecil tetapi menurut saya menekankan akan pentingnya membersihkan atau merapihkan sesuatu setelah mereka selesai melakukan sesuatu adalah pelajaran yang berharga di kemudian hari.

Yes, there are thousands of other things that I, as a mother can do for my children but these are my 7 wonders of the daily habit that I will keep on doing. As they get older, some of these might change but as long as they live under our roof, my children have no choice.  :)

Ya, ada ribuan hal lain yang harus saya lakukan kepada anak anak saya, hal yang saya sebutkan diatas adalah 7 keajiaban kebiasaan saya saat ini dan akan terus saya lakukan. Saat mereka beranjak usia, beberapa hal tersebut mungkin tidak bisa diteraplan lagi tetapi selama mereka masih tinggal satu atap dengan saya, mereka tidak ada pilihan lain. :)

3 comments:

  1. Hi. I'm blog walking. Yes, it's not easy to be a mother. It is important for the kids to know that treating people fairly is the right way. Thanks for sharing.

    ReplyDelete
  2. Hi fbi, welcome to my blog. Yes, you are right indeed.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete