Saturday, February 2, 2019

Consumption vs Creation (Konsumsi vs Kreasi)


A few days ago, I got a notification from my phone, well, it is more like a "friendly reminder" than a notification. My phone told me that I have exceeded my allowable screen time on social media. I've spent 2 hours and 30 minutes on social media alone in less than 10 hours. It was embarrassing for me. I  allow myself to be on social media for 60 minutes every day, not more. So within 24 hours, I utilize the 1 hour to update my Facebook or Instagram status, scrolling down the screen to see other's people's updates or talk with friends on Facebook messenger. I've avoided individual or group chat on What's Up other than with my own family. 

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat notfikasi dari handphone,- sebenarnya lebih kepada peringatan- yang mengingatkan saya kalau saya sudah melebihi waktu yang saya batasi untuk mengecek sosial media. Saya telah menghabiskan waktu sebanyak 2 jam 30 menit di sosiaal media dalam kurun waktu kurang dari 10 jam. Memalukan sekali. Saya tidak disiplin waktu. Setiap hari, saya mengijinkan diri saya untuk mengecek sosial media selama 60 menit, tidak lebi. Jadi dalam kurun waktu 24 jam, saya memanfaatkan waktu satu jam untuk mengupdate status di Facebook, Instagram atau mengecek status teman-teman. Saya jarang berkomunikasi lewat What's Up kecuali dengan keluarga atau untuk kebutuhan yang penting saja.

When I'm on Facebook, I am on consumption mode. I might update something which means I create something, but 98 percent of the time I am consuming. Consuming is not always bad, but over consuming is definitely not good. I realize that I have been consuming more than creating lately. When I am away from Facebook or any other social media, I am more productive. I am most likely in the consumption mode. I would write, I would sew, I would paint, I play piano or I would seek another different type of consumptions that add knowledge and value for myself or people around me.

Ketika saya di Facebook, saya beara dalam mode konsumsi. Saya mungkin mengupdate status yang artinya saya kreatif, tetapi 98 persen waktu yang saya habiskan di Facebook adalah untuk mengkonsumsi. Konsumsi tidak selalu berkonotasi buruk, ada kalanya konsumsi merupakan hal yang baik, contohnya saat membaca buku. Kita mengkonsumsi informasi. Tetapi saya menyadari, akhir-akhir ini saya lebih banyak mengkonsumsi daripada berkreasi. Lucunya, ketika saya menghindari Facebook atau sosial media lainnya, saya menjadi lebh kreatif. Saya menulis, menjahit, membuat lukisan, bermain piano atau mncari kegiatan lain yang lebih bermanfaat untuk saya dan orang-orang disekitar saya.

Last night I was planning to write but as I changed into my pajama to be more comfortable, my unsupervised brain told me that I should consume instead. My brain told me that I've worked so hard during the day and night time is the time to wind down, to relax. It told me to read. I listened to my brain.  After reading only a few pages, I went back into Facebook. 

Semalam saya berencana untuk menulis, tetapi begitu saya berganti pakain dengan mengenakan piyama, otak saya yang tidak ter-supervisi mengatakan bahwa saya lebih baik mengkonsumsi. Otak saya mengatakan saya telah bekerja sepanjang hari dan lebih baik istirahat dengan membaca buku, relax. Seperti orang di hipnotis, sayapun setuju dengan perintah otak saya tersebut. Setelah membaca beberapa halaman, saya kembali ke Facebook.

Can you see how easy I fell into consumption mode? Because consumption is easy and fun. Consumption often makes me feel that I've contributed to something. Consumption makes me feel I am part of the "big picture." I ignored my goal and my plan to write. There's nothing wrong about reading. Reading is good for me. I need to read more book if I want to be better at writing. This is exactly like how I feel every time I am on Pinterest. I love scrolling down the screen to see other people's creation that inspired me and I feel like I am being creative. Ideas swimming down in my head but until I create something, I don't do anything creative at all.

Begitu mudahnya bukan terjerumus ke dalam konsumsi? Karena konsumsi itu mudah dan menyenangkan. Konsumsi kadang membuat saya merasa telah berkontribusi kepada sesuatu. Kosumsi membuat saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Semalan saya mengabaikan goal atau rencana saya untuk menulis. Tentu tidak ada yang salah dengan membaca. Membaca justru sangat berguna buat saya. Saya harus banyak membaca apabila ingin lebih baik dalam menulis. Sama halnya ketika saya mengecek Pinterest. Saya suka sekali mengecek layar handphone saya untuk melihat ke-kreatifan orang lain di Pinterest yang kadang menginspirasi saya dan saya merasa sudah kreatif. Ide-idu berenang di otak saya, tapi apabila saya tidak menciptakan sessuatu, saya belum kreatif.

What does it take to be creative? Does it mean we have to be crafty? I read an article that says creation doesn't mean that we are or we have to be crafty. It just means that we put ourselves into something that doesn't exist before. I like sewing, cooking, and writing. I occasionally paint too. I never call myself crafty, because I am not.
A friend told me that she is not a creative person, she is not talented. She doesn't have any inspiration to be creative. I think being creative is really not about talent. It is something that you can learn. In my case, my inspiration actually comes when I take action. Pick something that interests you and learns how to do it. You have all the tools to do it. it is called YOUTUBE!

Apa yang harus kita miliki untuk menjadi kreatif? Apakah artinya kita harus crafty? Saya pernah membaca artikel yang mengatakan berkreasi bukan berarti kita harus crafty. Berkreasi artinya kita menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau kita tidak bisa menjadi bisa. Saya suka menjahit, memasak dan menulis. Kadang-kadang saya juga melukis. Saya tidak pernah merasa crafty, karena saya memang tidak crafty.
Seorang berteman berkata ke saya kalau dia bukan orang yang kreatif, dia tidak punya bakat. Menurut saya, kreatifitas itu bukan soal bakat. Kreatifitas dapat kita pelajari. Dalam kasus saya, inspirasi biasanya datang saat saya mengambil aksi untuk menciptakan sesuatu.  Pilihlah sesuatu yang kamu suka atau kamu untuk dipelajari. Kamu tidak perlu ikut kursus,  untuk urasan awal, semua bisa dipelajari lewat YOUTUBE!

I didn't know how to sew, but 5 years ago I taught myself how to sew from a tutorial on Youtube (see how consuming can be a good thing when you put something into creation afterward?). Since then, my skill in sewing has grown. 

Dulu saya tidak bisa menjahit, tetapi lima tahun yang lalu saya penasaran dan saya belajar menjahit lewat tutorial di Youtube. Saya terus berlatih dan sekarang keahlian menjahit saya sudah jauh lebih baik dibanding lima tahun yang lalu.

I didn't know how to paint,  I hated painting thinking I am not talented at all. Not until two years ago when I saw my sister in law started painting and introduced me to an awesome tutorial that guides me to do a step by step painting tutorial using acrylic paint. I have paints a few and some of them are hanging on my wall. I would have never thought I could paint.

Dulu saya tidak bisa melukis, saya benci melukis karena saya tidak punya bakat melukis. Lalu dua tahun yang lalu kakak ipar saya memperkenalkan saya ke tutorial yang mengajarkan tahap-tahapan melukis dengan cat acrylic. Sayapun telah melukis beberapa lukisan yang sebagian saya pajang di dinding di rumah. Siapa sangka.

I didn't know how to play piano, I never took any piano lesson in my life.  Not until a year ago I learned another tutorial on Youtube on how to play Piano. I practice every day. Now I can play a few songs on Piano. 

Dulu saya tidak bisa bermain piano. Saya tidak pernah kursus piano. Tahun lalu, saya belajar piano lewat tutorial di Youtube. Saya berlatih tiap hari selama kurang lebih 15030 menit kadang lebih. Sekarang, saya bisa memainkan beberapa lagu lewat piano.

From my personal experience, I can say that creating something that does not exist before into existence DEFINITELY feels so much better than just consuming something that's created by someone else. You can always learn something from the comfort of your house on a website called YOUTUBE. 

Dari pengalaman pribadi, saya bisa berkata bahwa menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada terasa lebih memuaskan daripada mengkonsumsi sesuatu yang diciptakan oleh orang lain. Kamu bisa belajar apapun dengan nyaman di rumah, tanpa harus melangkah di website yang bernama YOUTUBE. 


Consumption is easy and fun but creation is challenging and rewarding.


Below are a few things I've created when I was on creation mode.




Matching skirt for us


Eiffel Tower 




Matching Pajama Robes for my family (they are acting here)

Buffalo checks blanket and pillow cover



Laura Inggals (Little House on The Praire) for my daughter's Halloween costume last year




Snowman sugar cookies for the holiday



Butter Croissant



Two tier skirt for my daughter

Cream puff


Thanks for reading. I hope this post inspire you to create something.






No comments:

Post a Comment